PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
18 August 2026
Kontrak Tembus Rp816,28 Miliar hingga Awal Semester II-2026, ELPI Perkuat Ekspansi Internasional

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) membukukan kontrak jangka panjang dan pendek pada domestik senilai Rp276,04 miliar dan kontrak internasional sebesar Rp306,71 miliar sepanjang semester I-2026. Sehingga, total nilai kontrak yang diperoleh mencapai Rp582,76 miliar.

”Alhamdulillah, di tengah dinamika industri yang cukup menantang sepanjang tahun 2026, ELPI kembali menunjukkan daya saingnya baik di pasar domestik maupun internasional melalui perolehan sejumlah kontrak jangka panjang. Ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan klien terhadap kapasitas operasional perseroan tetap terjaga,” ujar Corporate Secretary ELPI Wawan Heri Purnomo dalam keterangan resminya, Senin (17/8/2026) malam.

Direktur Keuangan ELPI Efilya Kusumadewi mengungkapkan, perolehan kontrak pada semester I-2026 belum seluruhnya dapat tercermin dalam pendapatan periode berjalan, mengingat sebagian kontrak yang diperoleh merupakan kontrak jangka panjang yang pengakuan pendapatannya berlangsung secara bertahap sesuai dengan periode pelaksanaan kontrak.

Namun, pendapatan perseroan per Juni 2026 tercatat sebesar Rp430,35 miliar, turun jika dibandingkan Rp543,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. ”Karakteristik kontrak jangka panjang seperti ini menjadi salah satu keunggulan segmen offshore dibandingkan dry bulk, karena skema kontrak dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) umumnya lebih stabil terhadap fluktuasi harga komoditas maupun gejolak pasar jangka pendek,” ujar Efilya.

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Utama ELPI Eka Taniputra menegaskan, perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga kinerja ke depan, salah satunya melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

”Kami memandang koreksi kinerja pada semester ini sebagai bagian dari dinamika eksternal yang memang tidak dapat dihindari oleh pelaku industri maritim secara umum,” kata Eka.

Selain itu, kata dia, meskipun gejolak geopolitik di Timur Tengah tidak berdampak langsung terhadap operasional perseroan, kondisi tersebut turut memengaruhi dinamika harga minyak dan keputusan investasi di sektor energi. Hal ini berdampak pada beberapa proyek yang mengalami penundaan hingga pembatalan.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
27 July 2026
ELPI Raup Rp739 Miliar dari HMETD Oversubs 39,79 Kali

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk ("ELPI") menuntaskan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) dengan tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) mencapai 39,79 kali.

Perseroan menghimpun dana Rp739,34 miliar dari aksi korporasi rights issue ini yang akan digunakan untuk memperkuat ekspansi armada, pengembangan bisnis, hingga modal kerja.

Corporate Secretary ELPI Wawan Heri Purnomo mengatakan pada periode perdagangan HMETD yang berlangsung pada 10—16 Juli 2026, sebanyak 99,90% saham yang ditawarkan berhasil diserap investor. Sisa saham kemudian terserap seluruhnya melalui periode penjatahan pemesanan tambahan pada 21 Juli 2026.

"Seluruh tahapan PMHMETD I telah terlaksana dengan baik sesuai jadwal. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan para pemegang saham, investor, regulator, profesi penunjang pasar modal, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
15 April 2026
Tambah Armada, ELPI Menangkan Lelang Kapal Offshore Senilai Rp790 Miliar

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melalui entitas anaknya, ETC mengakuisisi kapal Multi-Purpose Support Vessel (MPSV) Bourbon Evolution 805.

ETC memenangkan lelang kapal tersebut yang diselenggarakan oleh Shipbid (Singapore) Shipping Exchange Pte Ltd dengan nilai transaksi sebesar USD46,5 juta atau setara Rp790,5 miliar (kurs Rp17.000 per USD).

Dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (14/4/2026) transaksi pembelian kapal ini dilakukan melalui skema pembiayaan dari pihak ketiga, bukan dari perbankan atau institusi keuangan.

Penambahan armada tersebut diyakini akan memperkuat kapasitas operasional perseroan, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan melalui penempatan kapal pada proyek-proyek offshore dengan nilai tambah tinggi.

Selain itu, memberikan dukungan terhadap kelangsungan usaha (going concern) ETC, khususnya dalam pengembangan bisnis di sektor jasa offshore.

Perseroan mengakui bahwa penggunaan pembiayaan eksternal akan meningkatkan liabilitas. Namun, peningkatan tersebut dapat diimbangi oleh potensi pendapatan dari optimalisasi operasional kapal, sehingga tetap menjaga kinerja keuangan secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, Kapal Bourbon Evolution 805 merupakan kapal bertipe Dynamic Positioning 3 (DP3) MPSV, yang memiliki kemampuan multifungsi, mulai dari dukungan penyelaman (diving support), kapal suplai, pemadam kebakaran, water spraying, hingga oil recovery dan kapal siaga penyelamatan.

Dengan spesifikasi tersebut, kapal ini disebut sebagai kapal pertama berbendera Indonesia dengan kemampuan multi-use yang mampu menunjang kegiatan konstruksi offshore secara komprehensif.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
08 April 2026
Dear Investor, Dividen ELPI Rp126 Miliar Cair Besok

IDXChannel - PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mencairkan dividen tunai dengan nilai Rp126 miliar pada Kamis (9/4/2026) besok. Setiap pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar Rp17 per saham, bagi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (recording date) pada 26 Maret 2026.

Dividen tersebut setara 59,07 persen dari laba 2025 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp213,30 miliar. Nilai dividen ini meningkat dibandingkan dengan pembagian dividen tahun sebelumnya yang sebesar Rp100,06 miliar atau Rp13,50 per saham.

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2025, ELPI membukukan pendapatan sebesar Rp1,01 triliun dengan laba bersih mencapai Rp209,19 miliar, serta laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp213,30 miliar. Kinerja positif tersebut tidak hanya memperkuat fundamental usaha ELPI, tetapi juga menjadi pendorong optimisme dalam memperluas pangsa pasar ke depan.

Sejalan dengan hal tersebut, ELPI secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham melalui pembagian dividen yang terus meningkat dari tahun ke tahun

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
31 March 2026
BINTANG LAUT Terbukti Berjalan, Nelayan Ngemboh Rasakan Dampaknya

Gresik, 31 Maret 2026 – Program energi bersih BINTANG LAUT (Bangkitkan Inovasi Teknologi Angin dan Surya untuk Lautan) yang digagas oleh Orela Shipyard, afiliasi dari ELPI, bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi diluncurkan dan diserahterimakan kepada masyarakat nelayan Desa Ngemboh, Ujungpangkah, Gresik.

Program ini menjadi bukti nyata implementasi inovasi teknologi energi terbarukan di sektor pesisir melalui penerapan sistem hybrid tenaga angin dan surya yang dirancang untuk mendukung aktivitas operasional nelayan secara berkelanjutan.

Sejak dipasang, sistem BINTANG LAUT mampu menyuplai listrik secara stabil baik pada siang maupun malam hari. Kehadiran teknologi ini memberikan perubahan signifikan bagi nelayan yang sebelumnya bergantung pada sumber energi terbatas dalam aktivitas melaut.

Program yang digawangi oleh Dr. Dendi Satrio (ITS) dan Dr. Soegeng Riyadi (Orela Shipyard) ini terbukti tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga aplikatif di lapangan. Dengan desain teknologi yang sederhana dan adaptif terhadap kondisi cuaca pesisir, sistem dapat dioperasikan dengan mudah oleh masyarakat setempat.

Dari sisi manfaat ekonomi, implementasi BINTANG LAUT berhasil menekan biaya operasional nelayan hingga 90%, sekaligus menurunkan emisi karbon lebih dari 99% melalui pemanfaatan energi bersih dan ramah lingkungan.

Selain itu, penerangan yang lebih stabil juga turut meningkatkan produktivitas nelayan. Optimalisasi pencahayaan dalam aktivitas melaut berdampak pada peningkatan efektivitas kerja serta hasil tangkapan.

Keberhasilan implementasi program ini turut mengantarkan tim Orela Shipyard Afiliasi ELPI meraih penghargaan pada ajang PFsains 2025 kategori Implementation. Lebih dari sekadar pencapaian kompetisi, BINTANG LAUT menjadi representasi komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi teknologi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Melalui program ini, Orela Shipyard sebagai afiliasi ELPI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan teknologi maritim berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir serta transisi menuju energi bersih di Indonesia.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
25 February 2026
ELPI Raih Kredit Rp395 M dari Bank Mandiri Buat Beli 10 Kapal Baca artikel CNBC Indonesia "ELPI Raih Kredit Rp395 M dari Bank Mandiri Buat Beli 10 Kapal

PT Pelayaran Nasional Eklya Purnamasari Tbk. (ELPI) mendapatkan kredit investasi sebesar Rp395,2 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Dalam keterbukaan informasi, manajemen ELPI melaporkan fasilitas kredit itu diberikan pada 24 Februari 2026.

Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo merincikan fasilitas kredit itu terdiri dari kredit investasi IX sebesar Rp280 miliar dan kredit investasi X sebesar Rp115,2 miliar.

Ia menjelaskan kredit investasi IX akan digunakan untuk pengadaan 6 unit kapal, yang terdiri dari Offshore Support Vessel/Offshore Supply Barge (OSV/OSB), Harbour Tug, Crew Boat, dan Pilot Boat. Tujuannya, pengadaan kapal itu khusus untuk kontrak PT Layar Nusantara Gas.

Sementara kredit investasi X digunakan untuk pengadaan 4 unit kapal baru jenis Offshore Support Vessel (OSV) dan/atau Crew Boat.

"Seluruh kapal yang dibiayai akan dijadikan agunan dan diikat dengan hipotek sesuai ketentuan Bank," ungkap Wawan dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (25/2/2026).

Fasilitas Kredit Investasi IX bersifat Committed, Non-Revolving dan Advised dengan jangka waktu 96 bulan. Sedangkan fasilitas Kredit Investasi X bersifat Uncommitted, Non-Revolving dan Advised serta dapat menjadi committed setelah pemenuhan persyaratan tertentu, dan uncommitted 81 bulan.

Lebih lanjut, Wawan mengatakan fasilitas kredit investasi IX telah mendapatkan kontrak selama 18 tahun untuk Floating Liquid Natural Gas (FLNG) pada Teluk Bintuni Papua Barat. Selain itu, fasilitas kredit ini berdampak pada peningkatan pendapatan emiten pelayaran itu.

"Adanya kepastian dan peningkatan revenue serta memberikan kepastian going concern dan memperkuat posisi Perseroan dibidang Offshore Support Vessel," ungkapnya.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
13 February 2026
Orela bersama ELPI Dukung Proyek Energi Surya Terapung Berbasis Laut di Gili Ketapang

Orela-ELPI melalui kolaborasi Innovate UK, British Embassy Jakarta, serta mitra akademik dan industri dari Indonesia dan Inggris, mendukung pengembangan proyek Floating Solar Photovoltaic (FPV) berbasis laut pertama di Indonesia yang berlokasi di Pulau Gili Ketapang, Jawa Timur.

Proyek yang dikembangkan oleh Solar2Wave ini merupakan hasil kolaborasi Cranfield University, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Pattimura, serta mitra industri termasuk Orela Shipyard dan Achelous Energy Ltd. Sistem FPV berkapasitas 27,2 kW ini dirancang untuk beroperasi di lingkungan laut dekat pantai (nearshore) sebagai solusi energi bersih bagi pulau-pulau kecil.

Tidak hanya menyediakan listrik ramah lingkungan, proyek ini juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif, seperti penyediaan es dan penyimpanan dingin bagi nelayan guna menjaga kualitas hasil tangkapan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen dalam mendukung transisi energi, pengurangan emisi karbon, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
05 February 2026
Emiten Pelayaran ELPI Beri Penjelasan Pasca Suspensi

Emiten jasa pelayaran pendukung industri energi, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) memberikan penjelasan resmi terkait dinamika pergerakan saham perseroan yang sempat memicu penghentian sementara (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan ini. Sekretaris Perusahaan ELPI, Wawan Heri Purnomo, menegaskan suspensi tersebut murni bersifat cooling down akibat aktivitas transaksi pasar yang tidak biasa (unusual market activity/UMA) dan bukan disebabkan oleh pelanggaran regulasi maupun masalah fundamental. "Kami sampaikan bahwa suspensi ini bukan karena adanya pelanggaran material, kealpaan pelaporan, gagal bayar (default), maupun isu hukum seperti PKPU. Langkah ini adalah fungsi self-regulatory organization (SRO) bursa untuk memberikan waktu bagi investor mempertimbangkan keputusan secara matang," tegas Wawan dalam Public Expose Insidentil di Surabaya, Kamis (5/2/2026). Dia menjelaskan manajemen mencatat pergerakan saham ELPI sangat fluktuatif sejak Januari 2026, berpindah dari level Rp800 hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) di posisi Rp1.405 pada 22 Januari, sebelum akhirnya mengalami normalisasi harga melalui mekanisme pasar. Merespons volatilitas tersebut, dia meyakini, kepercayaan pasar didorong oleh fundamental perusahaan yang kian solid. ELPI baru saja mengamankan kontrak jangka panjang senilai Rp2,39 triliun dengan durasi mencapai 18 tahun. Kontrak ini melibatkan pengoperasian enam armada baru di sektor hulu migas. Wawan menambahkan, perseroan juga tengah memacu penetrasi internasional. Saat ini, salah satu armada ELPI telah resmi beroperasi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, sebagai bagian dari visi menjadi world class shipping company.

"Diversifikasi yang kami lakukan fokus pada belanja modal yang produktif. Saat ini kami mengelola total 115 armada, di mana 106 unit merupakan kapal offshore milik sendiri. Kami tidak hanya menambah aset, tapi memastikan setiap investasi memberikan multiplier effect bagi ekonomi perusahaan," jelasnya. Untuk mendukung target pertumbuhan agresif di tahun ini, dia menyebut, ELPI bersiap melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,03 miliar lembar saham baru. "Seluruh dana yang dihimpun akan dialokasikan untuk pengembangan investasi dan penguatan struktur permodalan. Perseroan menjadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan pemegang saham pada 9 Maret 2026,” ujarnya. Hingga saat ini, dia mengatakan, struktur pemegang saham perseroan dipastikan tetap stabil dengan porsi kepemilikan masyarakat (free float) sebesar 15%. Manajemen juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan (sustainability) melalui inovasi efisiensi bahan bakar dan program green port. "Kinerja keuangan kami terus mencatatkan pertumbuhan positif sejak IPO. Kami optimistis, dengan fundamental yang kuat dan rencana aksi korporasi yang terukur, ELPI akan terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham secara berkelanjutan," tutur Wawan.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
11 September 2025
Permintaan Kapal Baru dan Reparasi Naik, Begini Jurus ELPI Pacu Bisnis Galangan

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melihat tren permintaan jasa galangan kapal terus meningkat, baik untuk pembangunan kapal baru maupun reparasi.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, perseroan berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 30%.

Corporate Secretary ELPI Wawan Heri Purnomo mengatakan, saat ini utilisasi kapasitas di galangan milik perseroan yang berlokasi di Gresik dan Samarinda-Balikpapan sudah penuh.

"Secara kapasitas, kami sudah full. Satu galangan bisa menangani sekitar 1.500 ton per tahun, dan saat ini beban order sudah overload. Karena itu kami melakukan ekspansi agar bisa menampung permintaan,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (4/9/2025).

Menurut Wawan, tren permintaan di pasar saat ini relatif lebih banyak untuk jasa reparasi dan pemeliharaan. Namun dari sisi kapasitas produksi, justru pembangunan kapal baru lebih dominan. Hal ini karena pembangunan kapal baru dapat langsung diestimasi berdasarkan ukuran dan spesifikasi tonase.

"Kalau reparasi sifatnya lebih fluktuatif. Sementara kapal baru, misalnya 40 meter atau 30 meter, kapasitas produksinya jelas dan terukur,” jelasnya.

Saat ini, ELPI tercatat tengah mengerjakan sembilan kapal baru, terdiri dari kapal multipurpose, tug and barge, hingga crew boat. Proses pembangunan kapal umumnya membutuhkan waktu 16–18 bulan, termasuk tahap uji laik laut dan klasifikasi.

"Karena beban kerja sudah penuh, kami bahkan menolak beberapa permintaan eksternal untuk pembangunan kapal,” kata Wawan.

Meski demikian, jasa reparasi dan pemeliharaan tetap diambil demi menjaga hubungan dengan pelanggan.

"Kalau tidak diambil, ada risiko pelanggan tidak kembali ke galangan kita. Karena itu ekspansi menjadi pilihan,” tambahnya.

Wawan menuturkan, tantangan utama industri galangan kapal nasional masih berkutat pada ketergantungan impor bahan baku dan mesin, mulai dari mesin utama, generator, baling-baling hingga komponen kecil seperti kursi kapal.

"Mesin kapal sifatnya customized, jadi produsen global hanya akan membuat setelah ada permintaan. Ini membuat rantai pasok lebih panjang,” ujarnya.

Kapal bekas berusia 10 tahun asal Tiongkok masih diminati karena harganya relatif murah, sehingga kerap menjadi alternatif dibandingkan membangun kapal baru di dalam negeri.

“Industri galangan kapal di Indonesia akan tumbuh lebih cepat jika ada aturan yang membatasi usia kapal. Tanpa restriksi, tren pembelian kapal bekas dari luar negeri akan tetap menjadi tantangan,” tutur Wawan.

Sumber: Kontan


PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
10 September 2025
ELPI Siapkan Ekspansi Galangan Kapal, Produksi Akan Naik 30%

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mencatat lonjakan permintaan jasa galangan kapal, baik untuk pembangunan kapal baru maupun jasa reparasi. Untuk mengantisipasi tren ini, perusahaan berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 30%.

Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, menjelaskan bahwa saat ini tingkat utilisasi dua galangan milik ELPI—yang berlokasi di Gresik dan di kawasan Samarinda-Balikpapan—sudah mencapai batas maksimum.

“Secara kapasitas, kami sudah penuh. Satu galangan mampu menangani sekitar 1.500 ton per tahun, dan saat ini order sudah overload. Karena itu, ekspansi menjadi langkah strategis untuk menangkap peluang pasar,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Permintaan Tinggi, ELPI Tolak Order Eksternal

Permintaan pasar saat ini lebih banyak datang dari sektor reparasi dan pemeliharaan kapal. Namun secara kapasitas, pembangunan kapal baru masih mendominasi karena bisa dihitung secara pasti berdasarkan ukuran dan spesifikasi kapal.

“Kalau reparasi lebih fluktuatif. Tapi untuk kapal baru—misalnya 30 atau 40 meter—kapasitas produksinya jelas dan bisa direncanakan,” kata Wawan.

Saat ini ELPI tengah mengerjakan sembilan unit kapal baru, mulai dari multipurpose vessel, tug and barge, hingga crew boat. Proses pembangunan memakan waktu 16 hingga 18 bulan, termasuk uji laik laut dan proses klasifikasi.

“Karena kapasitas sudah penuh, kami bahkan menolak beberapa permintaan eksternal untuk pembuatan kapal. Namun, jasa reparasi tetap kami layani demi menjaga relasi dengan pelanggan,” tambahnya.

Tantangan: Impor Bahan Baku dan Tekanan Kapal Bekas Asal Tiongkok

Meski optimistis dengan potensi pasar, Wawan menyoroti sejumlah tantangan yang masih membayangi industri galangan kapal nasional. Salah satunya adalah tingginya ketergantungan terhadap impor bahan baku dan komponen, seperti mesin utama, generator, baling-baling, hingga komponen kecil.

“Mesin kapal sifatnya customized, jadi produsen baru memproduksi setelah ada permintaan. Ini membuat rantai pasok menjadi lebih panjang dan kompleks,” ungkapnya.

Selain itu, persaingan dengan kapal bekas dari Tiongkok juga menjadi tantangan tersendiri. Kapal bekas berusia 10 tahun masih banyak diminati karena harganya yang jauh lebih murah dibanding membangun kapal baru di dalam negeri.

“Kalau tidak ada regulasi yang membatasi usia kapal impor, tren pembelian kapal bekas akan terus menekan pertumbuhan industri galangan nasional,” tegas Wawan.

Dorongan Regulasi Diperlukan

ELPI menilai perlunya kebijakan yang lebih berpihak pada industri maritim dalam negeri, termasuk insentif fiskal dan pembatasan usia kapal impor. Dengan dukungan regulasi yang tepat, perusahaan yakin industri galangan kapal nasional bisa tumbuh lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Sumber: Jagat Bisnis

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
04 September 2025
ELPI Wins the Prestigious ExxonMobil Ruby Award 2024

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) membuat sejarah dengan menjadi kontraktor maritim Indonesia pertama yang meraih penghargaan Internasional begengsi. ExxonMobil Ruby Award 2024.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh ExxonMobil pada 22 Agustus 2025 sebagai apresiasi atas kinerja luar biasa, kontribusi strategis serta komitmen ELPI dalam mendukung proyek energi global dengan standar keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan yang tinggi.

ELPI dinilai sukses merespons situasi kritis dengan cepat, menyediakan kapal pengganti dan mengamankan semua persetujuan otoritas sehingga operasi klien tidak terganggu. Prestasi ini membuktikan profesionalisme dan daya saing industri pelayaran nasional di kancah global.

Bagi ELPI, penghargaan ini memotivasi untuk terus berinovasi, menjaga standar tinggi, dan memperkuat kemitraan strategis, sekaligus memperkuat roadmap perusahaan untuk menjadi mitra logistik terdepan di sektor energi.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
04 September 2025
Emiten Pelayaran (ELPI) Lepas Dua Unit Kapal ke Anak Usaha, Segini Nilainya

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menjual satu set kapal Tug & Barge miliknya kepada anak perusahaan, PT ELPI Trans Cargo (ETC). Aset yang dilepas terdiri dari Kapal Tugboat Hakuna 2001 dan Kapal Barge Matata 3001. Transaksi ini telah dituangkan dalam Perjanjian Ikatan Jual Beli (PIJB) pada 31 Juli 2025.

Sekretaris Perusahaan ELPI, Wawan Heri Purnomo, menyampaikan bahwa ETC merupakan entitas anak dengan kepemilikan saham ELPI sebesar 99%. Adapun total nilai transaksi ini sebesar Rp48 miliar, terdiri atas Rp19 miliar untuk Kapal Tugboat Hakuna 2001 dan Rp29 miliar untuk Kapal Barge Matata 3001.

Pembayaran akan diselesaikan paling lambat pada 15 Desember 2025. “Dana pembelian Kapal Hakuna 2001 dan Matata 3001 didapatkan ETC dari pinjaman perbankan,” ujar Wawan.

Meskipun melepas dua unit kapal, manajemen menegaskan bahwa transaksi ini tidak berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan maupun kelangsungan usaha ELPI secara grup. Sebab saat ini, ELPI mengoperasikan lebih dari 100 unit kapal dan sedang dalam proses pengadaan kapal-kapal terbaru untuk memperkuat armadanya.

Adapun akuisisi satu set kapal oleh ETC dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi operasionalnya di sektor dry bulk. “Meningkatkan valuasi dan likuiditas ETC sebagai entitas anak dengan core bisnis dry bulk serta memberikan potensi penambahan revenue dan kinerja keuangan,” jelas Wawan.

Transaksi ini juga bertujuan memperkuat kedudukan ETC sebagai entitas mandiri yang dapat bersaing dan mengikuti tender sendiri dalam pangsa pasar dry bulk. “Transaksi ini ditujukan untuk membantu ETC sebagai entitas anak yang baru didirikan pada bulan Februari 2025 untuk memperoleh kapal pertamanya guna menunjang operasionalnya,” pungkasnya.

Sumber: Warta Ekonomi

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
15 June 2025
Dukung Energi Bersih, ELPI Bagikan Pertamax Green Gratis ke 330 Ojol di Surabaya

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menggelar aksi nyata yang menyasar langsung sektor transportasi harian. Sebanyak 330 pengemudi ojek online (ojol) mendapatkan bahan bakar ramah lingkungan Pertamax Green 95 secara gratis, Minggu (15/6/2025) di SPBU Jalan Tegalsari, Surabaya.

Kegiatan ini bukan sekadar bagi-bagi BBM gratis. Lebih dari itu, ELPI menunjukkan komitmen kuat terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus memperingati Hari Bhayangkara ke-79 bersama jajaran Polres Tegalsari.

“Dengan penggunaan Pertamax Green 95, tentu emisi karbon bisa ditekan. Ini bentuk kontribusi kami untuk masa depan yang lebih bersih,” ujar Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo.

Pertamax Green 95 merupakan bahan bakar hasil campuran Pertamax dengan etanol nabati dari tebu. BBM ini diperkenalkan pertama kali pada Juni 2023 dan membawa sejumlah keunggulan: Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, Memiliki akselerasi kendaraan yang lebih baik, Telah teruji di LEMIGAS dan Sesuai dengan spesifikasi Worldwide Fuel Charter.

Wawan menegaskan bahwa pengemudi ojol menjadi target karena mereka memiliki mobilitas tinggi yang berpotensi menghasilkan emisi gas buang besar setiap harinya.“Jumlah driver ojol sangat besar. Jika mereka beralih ke bahan bakar rendah emisi, dampaknya akan signifikan,” tambahnya.

Sebagai tambahan, berdasarkan laporan Statistical Review of World Energy 2024 dari Energy Institute, Indonesia mencatat emisi dari sektor energi sebesar 701,4 juta ton setara CO₂ sepanjang 2023. Negara ini pun masuk dalam daftar 10 besar penyumbang emisi tertinggi dunia di sektor energi.

Kapolsek Tegalsari, Kompol Rizi Santoso, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai langkah ELPI sebagai bentuk kontribusi nyata pihak swasta dalam mendukung target pemerintah menurunkan emisi karbon di daerah.

“Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari turut mengampanyekan Pertamax Green dan ini sejalan dengan upaya kami menjaga lingkungan kota tetap sehat,” ujarnya. Tak hanya mendapatkan 3 liter Pertamax Green 95, seluruh driver ojol juga menerima paket sembako sebagai bentuk kepedulian sosial dari ELPI.

Aksi ini menjadi contoh kolaborasi antara dunia usaha, kepolisian, dan masyarakat dalam menekan emisi karbon. Langkah sederhana seperti memilih bahan bakar ramah lingkungan dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
21 February 2025
Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) Catat Pendapatan Rp 1,20 Triliun di 2024

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 1,20 triliun di sepanjang 2024. Pendapatan ini naik sekitar 12% dibandingkan pendapatan usaha di tahun 2023 yang senilai Rp 1,07 triliun.

Corporate Secretary PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Wawan Heri Purnomo menyatakan, selama tiga tahun berturut-turut, kinerja ELPI menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di bidang offshore support vessel.


“Bidang offshore masih memberikan kontribusi terbesar yaitu 55% dibandingkan pendapatan non offshore sebesar 41%,” ungkap Wawan, Senin (10/3).

Dari total pendapatan 2024 yang mencapai Rp 1,25 triliun, bidang offshore memberikan kontribusi sebesar Rp 707,74 miliar. Sedangkan bidang non offshore memiliki porsi Rp 495,47 miliar.

Realisasi kinerja tahun lalu juga sudah on the track dengan target perusahaan, di mana kedua sektor mengalami pertumbuhan positif, yakni 11,95% yoy untuk offshore dan 11,43% yoy untuk non offshore.

Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Eka Taniputra menambahkan, keberhasilan ELPI juga didorong oleh sejumlah strategi yang dijalankan perusahaan.

Manajemen ELPI berhasil melakukan efisiensi dan optimalisasi pada setiap operasional kapal serta organisasi di ELPI yang memberikan kepercayaan plus satisfied dari client.

“Sehingga kami mendapatkan beberapa spot charter, perpanjangan kontrak hingga kontrak baru di tahun 2025 yang memberikan kontribusi bagi kenaikan pendapatan,” tambahnya.

Eka pun optimistis bahwa kinerja ELPI sejak IPO tahun 2022 hingga di tahun 2024 mengalami perkembangan yang sangat positif.

Dengan pertumbuhan pendapatan yang stabil dan meningkat, peningkatan laba bersih yang signifikan, DER yang stabil dan terkontrol serta diversifikasi bisnis yang telah dimulai setelah IPO.

Hal ini semakin memperkokoh ELPI dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri pelayaran dan penunjang minyak serta gas di Indonesia dengan jumlah armada mencapai di atas 100 unit.

Laba ELPI per 31 Desember 2024 tercatat mencapai Rp 263,98 miliar, dari tahun 2023 yang senilai Rp 161,90 miliar.

Laba tahun 2024 mengalami kenaikan 63,77% year on year (yoy), bahkan lebih tinggi dibandingkan peningkatan laba yoy 2022-2023 atau tahun sebelumnya dengan kenaikan 55%.


PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
16 December 2024
ELPI Perkuat Logistik Offshore & Perluas Bisnis Kemaritiman Internasional

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), kembali berprestasi dengan meraih penghargaan Emiten Kategori Perusahaan Pelayaran Offshore dalam ajang Bisnis Indonesia Logistics Award (BILA) tahun 2024. Direktur Utama ELPI, Eka Taniputra mengungkapkan penghargaan ini menjadi pengukuh sebagai perusahaan terdepan di sektor pelayaran offshore dari dedikasi seluruh tim. Eka menambahkan salah satu keunggulan ELPI dalam industri offshore dengan memiliki afiliasi perusahaan shipyard sendiri yaitu PT Eka Multi Bahari di Samarinda dan PT Orela Shipyard di Gresik termasuk engineer in house yang memberikan kemampuan ELPI untuk mengelola operasional secara efisien dan customize sesuai keinginan clients namun tetap safe, reliable & efficient.